belajar menyulam

ketika saya masih kecil, saya mungkin bukan anak yang manis dan penurut, melainkan lebih kepada anak bandel yang tomboy dan suka ber-eksperimen ini dan itu, dan oh iya ketika kecil saya menghabiskan masa kecil saya selama 4 tahun di pulau kecil di kalimantan, kotabaru nama pulaunya


dan karena mungkin ibu saya agak sedikit prihatin dengan kondisi anak wanita satu satunya yang sangat bengal ini, suatu hari ketika usia saya sekitar 9-10tahun, ibu saya berkata pada saya : "kamu mau ikut les, ki?...", dan saya yang memang suka sesuatu yang baru langsung menjawab "les apa ma?...", ibu saya berkata dengan tatapan datar, mungkin ndak terlalu berharap saya akan menerima usulannya..."les menyulam, sama ponakannya bu cipto", dan diluar dugaan ibu saya, saya dengan santai menjawab "boleh..aku mau"...

mungkin banyak yang keheranan kenapa saya mau les menyulam :) pikiran saya saat itu, sejak kecil jaman saya TK saya terbiasa melihat nenek saya, ibu saya dan tante saya merajut (crochet) atau menyulam kristik (cross-stitch), kalo kristik sih saya sudah bisa, dan karena saya tau bahwa menyulam yang dimaksud oleh ibu saya adalah embroidery, maka saya mau mau saja, kan menyenangkan bisa mempelajari sesuatu yang baru :) dan alasan yang lebih penting lainnya adalah, karena waktu itu saya sedang tergila gila naik sepeda, dan karena saya juga tahu bahwa rumah bu cipto jaraknya agak jauh dari rumah saya, maka saya akan ada alasan untuk bermain sepeda :)

maka sayapun belajar menyulam dengan guru privat :) tante yang saya lupa namanya, entah Iie' atau siapa itu, adalah seorang guru SKP, sekolah kepandaian putri, maka dari dia saya belajar teknik menyulam, mulai tikam jejak, hingga yang rumit rumit :) dan saya menyukainya, dan karena tante ini adalah guru, maka dia tidak hanya mengajarkan saya menyulam, tapi termasuk komposisi warna, komposisi gambar dan cara menggambar sketsa sulaman :) ada beberapa teori yang saya mengerti kala itu, tapi ada juga yang saya hanya "he eh...he eh" saja ketika mendengar penjelasannya :) mungkin ini juga sebabnya kenapa saya, jika diminta menggambar akan selalu membuat dengan garis melengkung penuh dengan sulur :) mungkin memang pengaruh pelajaran sketsa dari tante guru menyulam saya :)

dan akhirnya saya memang suka menyulam, kadang memang saya bisa duduk diam menyulam jika otak saya dipenuhi dengan keiinginan membuat sesuatu yang cantik, menyulam nama di saputangan, membuat bunga bunga kecil di ujung ujung taplak :) asal saya berkata "boleh ya ma..." maka saya akan melakukannya selayaknya keisengan anak kecil :)

saya berterima kasih kepada ibu saya, yang benar benar memilihkan kegiatan yang bermanfaat :) berterima kasih pada nenek dan tante saya yang membuat saya terbiasa bergaul dengan pekerjaan yang sedikit membuat saya "terkendali" dan tante guru menyulam saya :) seandainya saya masih mengingat namanya, mungkin saya mencari beliau  dan bercerita bahwa saya masih sering membuat pekerjaan tangan :) dan berbahagia dengan semua yang pernah diajarkannya :) 

catatan tentang foto ilustrasi :
buku itu adalah hadiah dari sahabat ibu saya dihari ulang tahunnya, yang kemudian diberikan oleh ibu saya kepada saya :)    

terimakasih sudah meluangkan waktu membaca cerita saya :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...